Saturday, March 6, 2010

untaian kenangan

Di sempadan petang itu aku membuka lembar berdebu dalam kitab kenangan.
Serpih-serpih cerita memutar angan pada bebuih dan riak yang tak henti lantunkan dendang.
Pun ada pasir-pasir putih yang tersisa, juga kaki-kaki air yang melumat nama kita di ukiran karang.
Melahap rindu yang akhirnya terdampar di bibir petang.

Jangan menungguku, kukirim pesan lewat kepak-kepak elang.
Di mendung penghabisan, aku lebih rela menjaring awan sendirian.
Engkau layak menghela sampan bersanding lentera ke sudut utara, sementara aku memutar perahu kertas ke tapal selatan.
Aku tak sanggup tawarkan seikat ilalang mengikat perih di ladang impian.

Aku terlanjur melihatmu menyeret arus kenangan
sementara aku hanya meringkuk
menanti keajaiban......

7 comments:

Riesna Zasly said...

aduh... sedih menghayatinya
sepi bertemu keasyikan rindu yang mendalam

annie said...

Ni yg buat akak nak melalut balik ni, nak asah balik bakat berkarat yg dah tumpul..sesekali layan jiwang ok gak kan..hmmmm

secangkir madu merah said...

adik riesna..., sepi dan rindu itu seperti aur dgn tebing, sentiasa seiring..tak dapat dipisahkan..bila dlm sepi..rindu itu akan hadir tanpa dipinta..huhuhu....


annie, aku jiwang yg dah karat...hehehee....

secangkir madu merah said...
This comment has been removed by the author.
sekamar said...

salam...

takdir temukan kita semula di dunia blogging

secangkir madu merah said...

sekamar rindu, selamat kembali..

ARISTIONO NUGROHO said...

Hi friend, peace...
Your blog very interesting.
If you willing visit my blog, and read my article at http://sosiologidakwah.blogspot.com
And... if you love books, don’t forget to read The Holy Qur'an please...
The Holy Qur’an (112:1-4) had stated, that God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor begotten; and none is like Allah.

Followers